KODIKLATAL TINGKATKAN PENGAMANAN PENJAGAAN DAN GUDANG SENJATA

Kamis, 17/05/2018 14:20 WIB

 

Kodiklatal, (17/5).

                Maraknya aksi bom bunuh diri di Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini,  mendorong Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) untuk meningkatkan pengamanan di penjagaan, baik di pos utama maupun pos I Kodiklatal.

                Belasan prajurit siaga di penjagaan dengan dipersenjatai senjata laras panjang serta helm dan rompi anti peluru. Mereka secara bergantian memeriksa setiap kendaraan yang keluar masuk ksatrian Kodiklatal, Bumimoro. Satu per satu kendaraan yang hendak masuk diperiksa oleh anggota jaga.

Tidak itu saja, di depan pos penjagaan, Kodiklatal juga memasang pagar kawat berduri untuk mengantisipasi kendaraan yang menerobos penjagaan. Sementara itu, pintu gerbang selalu dalam kondisi tertutup.

Di samping memperketat penjagaan, Kodiklatal juga mengintensifkan pengawasan terhadap objek-objek vital seperti Gedung mako Kodiklatal dan beberapa gudang senjata dengan patroli keliling dan menambah personel.

Menurut Komandan Denma Kodiklatal, Letkol Marinir Bisron, peningkatan penjagaan ini dilakukan dalam rangka menyikapi kasus teror di Surabaya. Harapannya dengan peningkatan penjagaan dapat mencegah tindakan terorisme terhadap ksatrian Bumimoro.

Terkait dengan kondisi ini, Komandan Kodiklatal Laksda TNI Darwanto, SH, MAP., memerintahkan seluruh anggota dan siswa Kodiklatal agar selalu meningkatkan kesiapan dan waspada terhadap segala bentuk ancaman dan teror, baik saat berada di ksatrian Kodiklatal, Bumimoro, di dalam perjalanan serta di rumah masing-masing.

Tidak hanya di Ksatrian Buimoro saja, beberapa satuan Kodiklatal yang berada di luar Bumimoro seperti Kodikopsla, Kodikmar, dan Puslatdiksarmil juga telah diinstruksikan melakukan langkah serupa untuk mengantisipasi tindakan terorisme.